Kasipidum kejaksaan negeri pekanbaru Robi diduga tidak berkeja sesuai standar operasional prosedur (S.O.P)

Globalmerdekanews.com-Pekanbaru-, Pagi ini rabu ,11 Maret 2020 pkl,09: 00 wib. Di kantor kejaksaan negeri, jln.sudirman pekanbaru,” kasipidum Robi Harianto di hampir oleh salah satu korban bernama Ansori yang berprofesi sebagai wartawan tersebut , sebagai mana Ansori pernah menjadi korban dari kasus pengeroyokan terhadap media merdekanews, yang tidak kunjung (P.21) oleh JPU Novri selaku jaksa penuntut umum dan di awasi oleh Kasipidum kejaksaan negeri pekanbaru Riau.

Kasus ansori tersebut ,selaku Korban tidak  kunjung mendapat keadilan dari para penegak hukum kejaksaan negeri pekanbaru tersebut, dalam kasus pengeroyokan terhadap wartawan bernama Ansori tersebut,”  yang sudah mencapai jangka waktu 3 tahun, lebih yang di laporkan oleh korban tersebut di Polsek limapuluh kota Pekanbaru, pada Hari Rabu, 13 Desember 2017 -sekitar pukul 17.30 wib.

Sesuai dengan LP yang bernomor B /STPL,/349/XII/2017/Riau/Resta Pekanbaru/Sektor limapuluh.

Korban menuturkan tidak puas terhadap penanganan yang kurang profesional dalam melakukan penegakan hukum, yang di tangani oleh JPU saudara N dan kasipidum RH dari instansi kejaksaan negeri Pekanbaru, “yang tidak kunjung P.21′, yang mana segala petunjuk yang di berikan oleh JPU terhadap penyidikan  dari jpu tersebut sudah   di penuhi oleh penyidik nya yang bernama Jerman dan Sugiarto pada saat itu yang di ketahui oleh Kanit Reskrim Polsek limapuluh Abdul Halim semua sudah di penuhi,’namu pada Ahir nya JPU setelah memberikan petunjuk yang sudah terpenuhi oleh pihak penyidik Polsek limapuluh kota Pekanbaru  tersebut.,ucap Ansori ,

Tetapi “malah JPU mengembalikan  berkas nya lagi  kepada penyidik polisian Polsek limapuluh, dengan alasan yang di,tuduh kan kepada ke- tiga, pelakunya tidak terpenuhi ,” padahal sebelum nya., JPU Novri lah yang memberikan petunjuk yang di teliti oleh Kasipidum kejaksaan negeri pekanbaru Robi tersebut.ucap Kanit Reskrim Polsek limapuluh saat itu ketika di jumpai Ansori selaku Korban di ruang sidik Polsek limapuluh kota Pekanbaru Rabu,11meret sekitar pkl 11;30 wib .

Kanit Reskrim Polsek limapuluh kota Pekanbaru ,,,,,,,, mengatakan ketika di hampir oleh korban Ansori bagai mana lagi pak kami sudah berkerja dengan maksimal semua petunjuk dari jaksa Novri sudah kita penuhi semua ucap kami Tersebut dengan korban ansori , tapi Majah jaksa nya mengembalikan berkas nya dengan tidak memberikan petunjuk lagi ,dalam berkas terakhir yang di kembalikan oleh jaksa nya yang di tuduh kan Kepa pelaku tidak mencukupi bukti , ucap Kanit nya di hadapan ansori tersebut, ketika Ansori menanyakan bagaimana mna mengena perkembangan perkara tersebut .
Tidak hanya kanit yang berucap Seperti itu namu salah satu penyidik pembantu Herman juga mengatakan dengan nada yang sama dengan korban ujar Ansori lagi dengan awak media.GNI.
,ada apa dengan Kasipidum dan jaksa nya ini dengan perkara saya ini jangan-jangan ada hal yang tidak koperatif ujar Ansori , tersebut dengan Awak media online.

Ansori juga bukan hanya satu dua kali menanyakan kasus yang menimpah terhadap dirinya Tersebut, yang dilakuka kekweasan dan menghalangi tugas-tugas wartawan ,oleh petugas pegawai Dihub kota Pekanbaru pada hari Rabu,13 Desember 2017.,silam yang dilaporkan oleh Korba tentang pengerusakan terhadap barang korban sesuai dengan pasal yang sudah di atur   pasal.170 KUHP kekerasan yang sudah di lakukan oleh petugas dishub pekanbaru, lebih dari satu orang atau tenaga Bersama-sama di muka umum tersebut ucap An,

 di lakukan kekerasan oleh petugas dishub kota Pekanbaru tehadap wartawan inisial An tersebut .

An, juga udah berulangkali bolak balik menanyakan dan mengharap kan ada keadilan terhadap nya ucap An,

An juga telah mengantongi beberapa berkas dari pihak kepolisian bahwasanya nya pihak kepolisian sudah memberikan beberapa lembar surat., karena sudah memberitahu kan bukti sebagai surat ,

bahwasanya pihak penyidik sudah memenuhi petunjuk yang di berikan oleh jaksa Novri selaku JPU tersebut .

Yang mana pihak penyidik sudah memberikan satu lembar surat berbunyi kan , Bersama ini kami beritahukan bahwa Laporan/pengaduan saudara setelah di lakukan penyelidikan lalu berkas perkara, sudah diserahkan ke kejaksaan negeri pekanbaru., ternyata berkas perkara dikembalikan untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa penuntut umum., selanjutnya kami akan memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum.pada tanggal ,19 Juni 2019.

Lalu setelah di penuhi di limpahkan kembali di kembali kan lagi oleh jaksa , JPU. Pada tanggal 02 Agustus 2019 petunjuk lagi di penuhi lagi berkas di limpahkan kan kembali pada  tanggal., 29 Agustus 2019 ,namun  pada akhirnya  yang ke empat kali jaksa Novri selaku JPU tidak ada memberikan petunjuk lagi namun jaksa penuntut umum ,(P-18) dengan (P-19) no.;B-217/L.4.10./Eku.1/08/2019.yang menerangkan bahwa unsur-unsurPasal.170,ayat(1)KUHP Atau pasal.335.,(KUHP ayat (1) ,” yang dipersangkakan.(kepada tersangaka tidak terpenuhi Surat tersebut di keluar kan oleh pihak penyidik Polsek limapuluh kota Pekanbaru pada tanggal 16 Agustus 2019 silam.”

 namu yang aneh nya kok suratvyang di berikan pihak penyidik ini terbilang balik jakwal nya seperti di rekayasa oleh pihak penyidik ucap An,”

sudah duluan keluar surat SP3 polisi dari pada petunjuk yang di berikan oleh jaksa penuntut ucap an, ada apa dengan ini semua Seperti nya ada kejanggalan juga di bagian pihak kepolisian tegas nya ,.

 An, mengutuk tegak apa bila ada oknum penyidik yang sudah sengaja mempermainkan kasus ini’ memintak kepada propam Polresta dan propam Polda Riau serta kepada bapak Kapolri segera menindak lanjuti para polisi makan kalo kasi ini teryata di permainkan tegas An,  untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini karena Anda , sudah membuat laporan sepenuh nya An, menyerah kan perkara ini kepihak penegak hukum untuk mempercayai bahwa hukum di Indonesia ini ada ujar An,

” nya dengan cara hukum yang berlaku di Indonesia ini ucapan An, tersebut dan apa bila dari pihak kejaksaan negeri pekanbaru yang tidak profesional dalam menindak lanjuti kasus ini An, juga memintak agar komisi kejaksaan tinggi dan jamwas kejaksaan tinggi pekanbaru segera melakukan pemeriksaan terhadap jaksa nya ., “serta An berharap juga dari komisi kejaksaan agung RI dan jamwas untuk memantau kegiatan jaksa Novri ujar An lagi dengan GMN,

Karena itu An, melaporkan kasus tersebut ke bidang pengaduan jamwas atau jaksa pengawas , kejaksaan Agung RI, pada Ahir nya dari pihak jamwas menyuruh saudara korban untuk segera menemui jaksa nya novri itu tujuan agar perkaran nya , di pertanyakan untuk di tindak lanjuti lagi namu pada hari ini Rabu sekitar pkl, 09;00wib Novri selaku JPU tidak ada di ruangan pada saat korban keluarga dari itu korban berjumpa kepada Kasipidum Roby ,marah dan membentak korban sambil mengatakan silakan saja lapor kan ke jamwas dan kalo mau kamu beritakan  berita kan juga tidak masalah ucap Kasipidum Roby tersebut kepada korban di depan loby kator kejaksaan negeri pekanbaru.,dengan nada tegangan di hadapan korban An,.

Robi  juga mengatakan berkas nya sudah kami kembali ke pihak polisi dan kasus nya sudah di SP3 Polisi ucap Robi mungkin dikira Roby ,korban akan kehilangan akan setelah kasus di SP3 Polisi itu, maka nya bisah terjadi di lakukan ,SP3 tersebut diduga sedemikian  ucap An,lagi dengan awak media GMN.

An, sudah berulang kali menjumpai Kasipidum Roby dan JPU Novri namu selalu kedua belah pihak itu menyalah kan dari pihak instansi kepolisian yang salah bukan kami yang salah kami sudah memberikan petunjuk ucap Roby tersebut dengan An.,

Ketika di jumpai nya dan kasus nya sudah di SP3 kan polisi ucap Kasipidum .

Namu An, merasa gak nya di rampas oleh pihak penegak hukum , sampai mati pun saya tidak puas dan tidak pernah iklas dengan perkara saya ini yang diduga sudah di permainkan oleh kejaksaan dan pihak kepolisian ujar An, saya tidak akan diam begitu saja ucap An, dengan Robi tersebut.di dalaman perkantoran kejaksaan negeri pekanbaru tersebut.